Bermanja-manja dengan Tuhan...
Aku suka sekali bermanja-manja dengan Tuhan…
Duduk dibawah, dekat kakinya…kadang kepalaku sedikit aku miringkan ke pangkuan-Nya.
Sambil senyum aku mulai cerita…kadang sepi, gelisah, ga tau apa yang aku pikir & aku rasa…kadang ragu, bingung, cari jawaban…kadang tegang, marah, jengkel…kadang pgn ngeluh…pgn nangis…kangen…takut…tapi kadang seneng, penuh semangat, pasti mataku berbinar2 waktu itu…kadang tenang, sejuk, hening yang indah…kadang haru, hangat, lembut...
…aku terus menikmati belaian tangannya dikepalaku...
Setelah itu biasanya ada sensasi rasa yang…rileks tapi bertenaga…
Tuhan ga banyak omong…Tuhan bicara langsung kehati…
Sounds strange, but u know what?
Itu resep yang paling efektif kok : Bicara dengan hati !!
Kalau boleh…aku ga pengen berhenti bermanja-manja sama Tuhan…
Tapi Tuhan juga ga suka kalo aku diam, statis seperti air di kubangan…diam dan ga mengalir, sampai jadi kotor dan bau…
Tuhan mau aku seperti air di sungai…mengalir, bersenggolan dengan tanah, dengan batu…jernih, beriak halus, bergelombang kuat… tapi tenang pada waktunya…
Tadi Tuhan sempet bisikin aku…
katanya…
“…semua yang terjadi hanya yang terbaik untukmu…
Teruslah belajar…dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun…”
Dan aku tau…Tuhan sayang sama aku…
Fay, March 04 ‘05
01.58
Seorang teman pernah bicara, katanya…adl dosa ketika kita berusaha mewujudkan Tuhan…bahkan dalam pikiran kita…
Diam…gelisah…apa tulisanku ini justru merendahkan Tuhan-ku ?
Seperti bicara dalam diam...seperti menemukan jawab :
Dalam ketulusan rasa syukur, dipuncak keharuan sering kita tak bisa menemukan kata yang tepat buat menggambarkan suasana jiwa kita sendiri. Apalagi menggambarkan bagaimana Tuhan. Kata tak bisa mewakili wujud dan sifat-sifatnya. (Mohamad Sobary, Asal-Usul, Kompas Minggu, 22 May 05)
Mas, mbak…tulisanku memang ga mampu menggambarkan Tuhan-ku…tulisanku hanya menggambarkan aku…
Fay, May ‘05
Duduk dibawah, dekat kakinya…kadang kepalaku sedikit aku miringkan ke pangkuan-Nya.
Sambil senyum aku mulai cerita…kadang sepi, gelisah, ga tau apa yang aku pikir & aku rasa…kadang ragu, bingung, cari jawaban…kadang tegang, marah, jengkel…kadang pgn ngeluh…pgn nangis…kangen…takut…tapi kadang seneng, penuh semangat, pasti mataku berbinar2 waktu itu…kadang tenang, sejuk, hening yang indah…kadang haru, hangat, lembut...
…aku terus menikmati belaian tangannya dikepalaku...
Setelah itu biasanya ada sensasi rasa yang…rileks tapi bertenaga…
Tuhan ga banyak omong…Tuhan bicara langsung kehati…
Sounds strange, but u know what?
Itu resep yang paling efektif kok : Bicara dengan hati !!
Kalau boleh…aku ga pengen berhenti bermanja-manja sama Tuhan…
Tapi Tuhan juga ga suka kalo aku diam, statis seperti air di kubangan…diam dan ga mengalir, sampai jadi kotor dan bau…
Tuhan mau aku seperti air di sungai…mengalir, bersenggolan dengan tanah, dengan batu…jernih, beriak halus, bergelombang kuat… tapi tenang pada waktunya…
Tadi Tuhan sempet bisikin aku…
katanya…
“…semua yang terjadi hanya yang terbaik untukmu…
Teruslah belajar…dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun…”
Dan aku tau…Tuhan sayang sama aku…
Fay, March 04 ‘05
01.58
Seorang teman pernah bicara, katanya…adl dosa ketika kita berusaha mewujudkan Tuhan…bahkan dalam pikiran kita…
Diam…gelisah…apa tulisanku ini justru merendahkan Tuhan-ku ?
Seperti bicara dalam diam...seperti menemukan jawab :
Dalam ketulusan rasa syukur, dipuncak keharuan sering kita tak bisa menemukan kata yang tepat buat menggambarkan suasana jiwa kita sendiri. Apalagi menggambarkan bagaimana Tuhan. Kata tak bisa mewakili wujud dan sifat-sifatnya. (Mohamad Sobary, Asal-Usul, Kompas Minggu, 22 May 05)
Mas, mbak…tulisanku memang ga mampu menggambarkan Tuhan-ku…tulisanku hanya menggambarkan aku…
Fay, May ‘05


2 Comments:
Apa ya sis, all I know tentang my dearest sister ini emang kebutuhannya yang besar untuk "memuaskan" orang banyak. Tapi soal tulisan, my lovely sist, is about throwing up all pieces of your words. People might like it or not. But it's their choice and you shouldnt't count on that. It's your blog btw... keep writing...
By
Fanny Herdina, At
10:35 PM
Well written!
And I totally agree... You would never able to describe or illustrate" God!...
Karena bagaimanapun juga, kalo yang namanya "kebesaran" udah bisa divisualisasikan.... ga jadi "besar" lagi dong?...
By
yani patrik, At
8:58 PM
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home